Minggu, 19 Desember 2021

Review L'Oreal Revitalift Micronized Centella Essence

 Hi girls, welcome back to my personal blog!

Setelah sekian lama gak sempet nulis apa-apa disini, akhirnya hari ini aku berhasil posting lagi!

Belakangan ini kita lebih banyak disibukkan dengan hal-hal yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan melindungi diri dari virus Covid-19. Tapi bukan berarti kita gak peduli dengan kesehatan kulit kan?!

Nah, berhubung kemaren baru aja abis repurchase produk ini, sekarang aku mau membahas dan share pengalamanku setelah sekitar setahun memakai L'Oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water yang tutup merah ini. So, let's start!



Klaim Produk

Kalau kita lihat di deskripsi produk yang ada, disitu tertulis kalau produk ini termasuk perawatan anti-aging yang diformulasikan dengan 92% Pure Centella Asiatica Extract yang berkhasiat ampuh untuk memperbaiki dan memicu regenerasi sel kulit dari dalam, sehingga membuat kulit tampak lebih muda, halus, kenyal dan cerah. Klaim lainnya, katanya produk ini juga membantu memperbaiki kerutan dari luar.

Dengan teknologi micro-nya, produk ini juga diklaim bisa menyerap hingga lapisan kulit terdalam, sehingga makin membuat hasil yang maksimal.


Tekstur dan Aroma

First impression ketika pakai produk ini adalah ringan banget, cepet menyerap di kulit dan ga bikin lengket. Kulit langsung terasa lembab tapi gak greasy. Mungkin karena water-based yah, jadi ga terlalu kental, cucok banget buat first layer. 

Wanginya calming, lembut dan gak nyengat. Menurutku enak dan gak mengganggu sama sekali. Mungkin salah satu alasan repurchase L'Oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water ini karena selain cocok dan bisa kerasa hasilnya, juga karena aromanya yang calming.



Kemasan dan Harga

L'Oreal Revitalift Essence ini cuma ada satu ukuran, kemasan 130 ml menggunakan botol kaca doff dengan tutup warna merah. Kalau dilihat lumayan elegan. Cuma sayangnya jadi gak travel friendly. Buat kalian yang sering berpergian atau suka staycation kayak aku, sebaiknya punya travel size bottle biar lebih ringan dan fleksible dibawa-bawa.

Untuk harganya sendiri relatif murah dan ada di level tengah kalau dibanding essence anti-aging merk lain, bandroll dari official store di market place Rp. 239,000,-.

Tapi kalau lagi beruntung bisa dapat harga diskon, kemaren aku beli seharga Rp. 155,300,- di official store salah satu market place.



Hasil pemakaian satu tahun

Nah, setelah setahun pakai produk ini (meskipun kadang ke-skip karena balik kerja udah capek banget dan mager), tanpa pakai serum atau essence tambahan setelahnya, overall banyak manfaat yang aku rasain.

1. Kulit jadi lebih lembab, terutama setiap pagi abis bangun tidur, tapi gak berminyak yang lebay. Malahan setiap abis cuci muka langsung terasa fresh banget.

2. Menenangkan kulit bruntusan. Kulitku akan mudah bruntusan di daerah jidat setiap kali stress dan overthinking, tapi sejak pakai essence ini bruntusan tetep muncul kalo stress, cuma cenderung lebih cepet ilang dan gak berbekas. Termasuk juga bekas jerawat lumayan cepet hilang dan tersamarkan.

Habis pakai essence
Sebelum pemakaian
Gak pakai essence
3. Mencerahkan dan meratakan warna kulit. Cerahnya tu bukan jadi putih yang aneh atau fake gitu, tapi lebih kayak menghilangkan kusam dan membuat kulit jadi bening aja.

4. Gak meninbulkan komedo. Justru yang aku rasain malah dia menghambat pertumbuhan komedo di sekitar hidung.

5. Gak panas kalau dipake, malah cenderung adem banget di kulit.




Apakah cuma yang baik-baik aja? Oh, tentu tidak :)

Ada beberapa minusnya juga dari produk ini.

1. Pas awal pemakaian dan baru mengenali produk, kulitku lumayan jadi berjerawat dan sedikit break out. Tapi setelah sekitar 1-2 minggu berangsur normal lagi.

2. L'Oreal Revitalift Micronized Centella Essence Water ini gak mampu mengurangi atau menyamarkan flek hitam.

3. Kurang efektif untuk menyamarkan garis halus atau kerutan di sekitar mata. Yaiyalah, harusnya setelah essence kan pakai serum lagi.


Okay deh, segitu dulu review tentang produk ini.

Btw, aku sekarang baru mulai pakai L'Oreal Revitalift Intensive Serum, nanti kalau udah minimal 1 bulan pemakaian rutin, bakal aku share juga reviewnya.

Thank you!



Minggu, 17 Mei 2020

Mengenal Reksadana (part 1)

Ternyata udah sekitar 2 tahun blog ini terbengkalai. Banyak banget yang terlewati selama 2 tahun ini. Ada beberapa cerita traveling yang belum juga terbit sampe hari ini. Semuanya masih rapi di draft dan belum selesai juga. Kasian. Sedangkan sekarang malah asyik menulis sesuatu dengan tema baru.

Kenalan Sama Reksadana
Ilustrasi investasi
source: google.com
Tapi gak papa, kali ini aku mau sedikit berbagi info buat temen-temen yang baru belajar dan kenalan sama reksadana. Aku juga iya. Tujuanku sharing ini bukan sok pinter dan udah paling jago, tapi aku pengen berbagi dari sedikit yang aku alami aja. So let's start!

Jadi, selama sekitar 2 tahun ini aku mulai belajar yang namanya reksadana. Reksadana akhirnya jadi pilihan buatku karena belum berani terjun ke investasi jangka panjang kelas berat semacam efek atau saham. Ilmuku belum nyampe. Sedangkan untuk investasi emas atau deposito perlu modal yang langsung segambreng. Tapi disisi lain, aku juga aware kalo nilai uang akan menurun seiring waktu, isitlah ekonominya inflasi. Karena adanya inflasi itu makanya aku pengen bisa investasi biar nilai uangnya tetap, syukur-syukur bisa meningkat. Dari situlah aku semangat cari informasi lebih lanjut dan akhirnya ketemulah sama reksadana.

Apa itu Reksadana?
Menurut wikipedia, Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana sekelompok investor yang digunakan untuk berinvestasi dalam instrumen investasi yang tersedia di pasar modal dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana yang terkumpul ini kemudian dikelola Manajer Investasi (MI) untuk diinvetasikan ke portofolio investasi, misalnya saham, pasar uang, obligasi ataupun efek/sekuritas lainnya.

Sedangkan definisi menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): "Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi."

Nah, dari penjelasan itu bisa diambil kesimpulan:
1. Reksadana adalah kumpulan dana milik investor/pemodal
2. Investor/pemodal reksadana bisa badan lembaga ataupun personal/masyarakat umum
3. Dana yang terkumpul dikelola oleh Manajer Investasi
4. Pengelolaan dana berupa investasi pada efek/instrumen investasi di pasar modal.

Bagaimana Pengumpulan dan Pengelolaan Reksadana?
Seperti yang dijelasin di atas, reksadana dikelola oleh Manajer Investasi.
Pemilik modal atau kita sebut aja investor, akan membeli sejumlah unit penyertaan reksadana dari Manajer Investasi itu. Harga pembelian per unitnya ditentukan dari "Nilai Aktiva Bersih" atau lebih sering disebut NAB.
Investor biasanya membeli unit reksadana dalam bentuk rupiah yang kemudian dikonversi menjadi unit. Transaksi jual-beli ini seluruhnya dicatat oleh Manajer Investasi, namun seluruh dana kelolaannya wajib disimpan oleh Bank Kustodian yang tidak terafiliasi dengan Manajer Investasi.
Singkatnya, bank kustodian ini bertugas mengumpulkan dan menyimpan seluruh dana dan mencatatnya secara administratif.

Setiap investor yang membeli atau menjual unit reksadananya, pasti akan mendapatkan konfirmasi transaksi dari bank kustodian.

Boleh dibilang Manajer Investasi inilah yang bertanggung jawab dan bertugas menempatkan dana investor ke instrumen investasi di pasar modal, bisa pasar uang, saham, obligasi, surat berharga, ataupun efek-efek lainnya, tergantung dari portofolio reksadana apa yang dikelolanya. Dari perputaran dana di pasar modal tadi bisa mendapat keuntungan (dividen) maupun terjadi kerugian, semua itu didistribusikan dan dibukukan oleh Manajer Investasi ke dalam "Nilai Aktiva Bersih" reksadana tersebut. Ini sebabnya NAB bisa berubah-ubah setiap hari.

Strategi pengelolaan modal jadi tanggung jawab Manajer Investasi sepenuhnya, jadi, kita sebagai investor harus jeli dan benar-benar mempelajari kinerja Manajer Investasi yang akan kita pilih. Baik buruk untung ruginya investasi kita di reksadana ditentukan oleh kinerja Manajer Investasi ini. Tapiii, kita juga harus tahu dulu tujuan investasi kita apa dan jangka waktunya berapa lama.

Minggu, 20 Mei 2018

Review: Black Head Clear Nose Pack by Nature Republic

Heemmm,, sambil menyelam minum air. Sambil nunggu motor yang diservis, nemu wifi di bengkel, bawa tab, jadilah aku mau share review hasil nyobain nose pack merk lain nih.
Penasaran? Here we go!

Blackhead Clear Nose Pack by Nature Republic, apaan tuh?
Nah, buat kalian yang udah wara-wiri di dunia skin care, mungkin nggak asing lagi sama Nature Republic. Produk asal Korea Selatan ini lumayan naik daun seiring boomingnya produk mereka yang sangat multi fungsi, yaitu Aloe Vera Shooting Gel 92%. Sebenernya sih nggak cuma shooting gel, ada banyak produk lain yang menarik juga dari Nature Republic ini, termasuk nose packnya.
Klaim dari produk ini adalah mampu membersihkan komedo (blackhead dan whitehead) juga mengangkat sel kulit mati. Nose pack ini juga mengandung bubuk charcoal yang berfungsi membuka pori-pori untuk membersihkan sebum atau minyak berlebih, dan juga ekstrak aloe vera juga untuk menghaluskan plus menghidrasi kulit.
Bagaimana hasilnya? Let's see.

Kemasannya seperti apa?
Lucu.
Itu kesan pertama yang aku liat dari packaging nose pack ini. Kemasannya berbahan doff, warnanya hijau dan ada gambar gajah yang lagi menghirup bintik-bintik hitam. Padahal sih aslinya pertama kali lihat, aku pikir si gajah baru nyemburin bintik-bintik air gitu, hahaha! Tapi setelah diamati dan dicerna lagi, mungkin maksudnya si gajah baru menghirup komedo dari hidung kita. Imajinasiiii...
Untuk kemasan yang aku beli ini berisi 1 lembar nose pack dalam setiap kemasannya. Kalau dari website resmi dan beberapa online shop lain, akj lihat ada kemasan yang berisi 7 lembar nose pack yang dikemas dalam 1 kardus, dan masing-masing dikemas plastik ini.
Setelah dibuka, ternyata nose packnya berwarna hitam. Padahal ekspektasiku berwarna hijau bergambar gajah lucu, haha.
Dan seperti nose pack lainnya, terdapat lapisan mika bening sebagai pelindung bagian yang akan ditempelkan ke hidung.
Kek gini nih.

Tampak depan kemasan Blackhead Clear Nose Pack by Nature Republic
Tampak belakang kemasan Blackhead Clear Nose Pack by Nature Republic


How to use?
Baru pertama kali pakai nose pack? Pengen hasilnya maksimal? Coba perhatikan cara pemakaian yang benar.
1. Cuci muka pakai facial foam, bilas air hangat, terus keringkan pakai handuk bersih.
2. Basahi area hidung, dan pastikan area yang akan tertutup nose pack cukup basah. Oiya, jangan terlalu basah dan jangan terlalu kering ya girls!
3. Lepas mika pelindung nose pack, dan tempelkan pada hidung. Tekan perlahan dan lembut, biar menempel sempurna.
4. Tunggu sampai kering, sekitar 10-15 menit.
5. Lepaskan Blackhead Clear Nose Pack by Nature Republic dari tepi ke tengah.
6. Bersihkan sisa-sisa lem yang menempel dengan face toner.
See? Gimana hasilnya? Banyak komedo yang terangkat kan?

Minggu, 08 April 2018

Review: Jeju Volcanic Nose Pack by Innisfree

Hi blogwalkers!
Sekarang aku mau review nose pack dari salah satu merk skin care asal Korea yang banyak diminati, yaitu Innisfree.

Apa sih kegunaan Jeju Volcanic Nose Pack by Innisfree?
Nose pack dari Innisfree ini mengklaim mengandung ekstrak bahan batu lava dari letusan gunung berapi di Pulau Jeju, yang mampu menyerap limbah sebum, menghilangkan minyak, mengangkat komedo bahkan membersihkan blackhead yang menempel di hidung. Selain itu produk ini juga mengklaim bisa membersihkan pori-pori kulit hidung.

Kemasan?
Jeju Volcanic Nose Pack by Innisfree ini dikemas dalam plastik dengan tekstur doff berwarna krem.
Setiap kemasan berisi 1 lembar nose pack sekali pakai.

Jeju Volcanic Nose Pack by Innisfree kemasan tampak depan

Jeju Volcanic Nose Pack by Innisfree kemasan tampak belakang


Cara pemakaian?
1. Bersihkan hidung, atau cuci muka dengan facial wash
2. Basahi area hidung yang akan ditempel dengan Jeju Volcanic Nose Pack by Innisfree
3. Lepas lapisan pelindung nose pack, dan tempelkan pada hidung mulai dari bagian tengah/batang hidung
4. Tunggu sampai kering, atau sekitar 15 menit
5. Angkat nose pack dari bagian tepi sampai terlepas sempurna
6. Bersihkan hidung dengan toner

Simple kan yah, nggak pakai ribet ini sih. :)

Lembaran Innisfree Nose Pack tampak depan

Lembaran Innisfree Nose Pack tampak belakang


Review pribadi?
Naahhh, aku kan punya partner in crime nih soal beginian, hampir setiap nyoba skin care atau make up produk baru selalu kita coba berdua. Siapakah dia? Yaitu adek kesayangan aku. Termasuk Jeju Volcanic Nose Pack by Innisfree ini, kami udah nyoba pakai.

Kemarin adalah jadwalku pakai nose pack, sebenernya nggak rutin-rutin banget sih, cuma tiap kali hidung terasa udah kasar pasti pakai. Biasanya sih seminggu sekali. Kebetulan weekend ini muka terasa udah kotor banget, komedo udah numpuk. Berharap muka jadi kinclong setelah pakai nose pack. Hahahaha..

Persiapan sama seperti ritual pemakaian nose pack biasanya.
Waktu pertama kali buka bungkusnya, sebenernya aku kurang suka sama aroma nose pack ini. Lumayan sih, tapi agak kurang fresh aja gitu rasanya.
Setelah nempel dihidung, biarkan mengering. Jujur nih, keringnya ga sampai cracky semacam kertas kering yang merekat erat nan kuat kayak yang aku bayangin, disini mulai agak curiga kalau hasilnya mungkin nggak maksimal. Ternyataaaa, pas dilepas dari hidung, bener deh, hasilnya nggak sesuai ekspektasi. Nggak banyak komedo yang terangkat. Jangankan blackhead, untuk mengangkat whitehead aja kurang maksimal kok.

Dan setelah adekku nyoba juga, ternyata dia mengeluhkan hal yang sama. Dia bilang kalau komedonya nggak terangkat maksimal, jadi hidung masih terasa kasar dan kotor. Padahal kami juga udah finishing pakai toner, tapi tetap terasa belum maksimal.
Boleh dibilang kalau aku cukup kecewa dengan nose pack dari Innisfree ini.
So, I give 6/10 for this Jeju Volcanic Nose Pack by Innisfree

Jeju Volcanic Nose Pack by Innisfree


Repurchase?
Sorry to say, but I might be not.
Sebenernya, secara harga nose pack ini lumayan lebih murah dibanding merk lain, cuma seharga Rp. 8,000 di toko online.
Tapi yaa, karena kurang puas sama hasilnya, jadi kemungkinan nggak berminat untuk pakai produk ini lagi. :(

Resume
Yang aku suka:
+ Cara pemakaian yang simple (standard dengan merk lain)
+ Harga relatif murah dibanding merk lain

Yang aku kurang suka:
- Hasil akhir kurang maksimal, nggak semua komedo bisa terangkat
- Aroma agak aneh dan kurang fresh


Segitu dulu deh ya review nose pack by Innisfree ini.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading! :)

Sabtu, 07 April 2018

Hi There! I'm back!

Hi there!
It's been a long time since my last post. Around 2 years, isn't it?

Kenapa ya? Haha!
Kalau dibilang karena ga ada materi, bukan. Karena banyak banget cerita yang mau dan bisa dibagi.
Kalau dibilang karena ga ada waktu buat nulis, bukan juga. Soalnya weekend juga kadang cuma dipakai buat me-time atau mager di kamar. Yaaa, walaupun ga selalu setiap weekend bisa santai sih. Kadang lembur kerjaan, kadang ada acara kondangan atau cuma sekedar nongkrong buat refreshing.
Jadi, alasan sebenarnya adalah... aku sempet kehilangan mood untuk nulis maupun baca. Semacam sick of routine gitu lah. Padahal katanya hobi, tapi kok bosan? Yaaahhh, namanya juga manusia.

Sering ngerasa punya hutang karena dikepala ini banyak banget konsep dan ide yang bisa disampaiin lewat tulisan. Apalagi kalau lagi traveling, rasanya seneng banget karena bakal punya banyak materi. Tapi pas udah buka laptop atau tablet kok ya jadi males itu tadi lhoh. Heran!

Dan, karena suatu lain hal, sekarang keinginan buat aktif nulis sudah hidup lagi.
Semoga selalu ada materi, ada waktu dan yang terpenting ga malas. Ganbatte!!!

Oiya, beberapa materi mungkin bisa pelan-pelan aku tulis nanti. Terutama catatan perjalanan, soalnya setiap traveling aku terbiasa bikin catatan kecil untuk bahan nulis. Jadi semoga catatan-catatan itu bisa membantu membangun memori dan bisa jadi materi nulis dengan informasi yang lumayan mendetail ya!

Nah, habis ini aku bakalan posting review BB Cream dan semoga terus rutin mengalir update posting setiap hari yah!
Misalpun ga setiap hari ya minimal seminggu 2x lah kalau gitu. Hahaha!

See ya!

Kamis, 10 September 2015

MnL Projects #1 : Swimming Like A Jellyfish at Umbul Ponggok

Mengawali proyek besar di bulan September Ceria ini, aku pilih weekend pertama untuk main air. Filosofi air membawa ketenangan, mendinginkan suasana, jadi pas banget lah yaa. *sok banget sih ah. So, dipilihlah Umbul Ponggok, Klaten. Rencana yang lumayan dadakan, soalnya kemaren ada wacana mau gathering anak-anak kantor ke kebun teh, tapi diundur tanggalnya. Ya sudah, melipir sendiri aja bisa kok.


Sabtu, 5 September 2015

Rencana jam 7 habis anter Ama sekolah mau langsung jemput Ula, tapi berhubung masih prepare jadinya Ama dianter Mama, dan aku mesti nunggu motornya pulang sambil packing. Akhirnya jam 8 pagi baru jemput Ula ke kos.


Perjalanan ke Umbul Ponggok dari Jogja sekitar 1,5 jam lewat Jl. Solo – Prambanan – Klaten, nanti di pertigaan samping Kantor Gubernur kita ambil jalan lurus ke arah Jl. Merbabu, pertigaan kedua belok kanan ke arah Ngawen – Ngupit menuju Jl. Klaten Jatinom. Sampai di pertigaan (atau mungkin perempatan) Jatinom kita kekiri teru ke kanan arah Boyolali. Masih lurus terus sampai nanti ketemu Kantor Kecamatan Majegan, kita belok kanan. Jalannya kecil, kayak mau masuk kampung, kanan-kiri ladang, tapi itu jalan tembusan untuk sampai ke Dusun Ponggok. Mentok sampai pertigaan jalan besar, belok kiri. Sampai. Gampang kan?!

Gerbang Umbul Ponggok, Klaten

Sebenarnya bisa lewat jalan raya Jogja – Solo atau jalan Klaten – Boyolali (via Jatinom), tapi karena aku termasuk rada akamsi di Klaten, jadinya ya aku pilih lewat dalam perkampungan. Pertama jarak lebih deket, jalanan sepi gak banyak bus atau truk besar dan pastinya hawa sejuk, teduh, kiri-kanan sawah. Lebih nyaman dan pastinya bisa bener-bener menikmati pemandangan selama perjalanan.


Sampai di Umbul sekitar jam 09.30 dan langsung parkir motor. Waktu jalan ke loket tiket keliatan suasana udah lumayan rame pengunjung yang baru datang atopun yang udah nyemplung ngapung-ngapung di air. Bayar tiket masuk per orang IDR 8,000, abis beli tket bukannya langsung masuk, tapi malah melipir ke seberang jalan untuk laminating HP. Hah? Laminating HP? Iya, biar bisa dipake poto-poto di dalem air. Sebenernya aku udah punya waterproof case, tapi kok meragukan. Lagian rekomendasi dari temen juga mendingan di laminating kalo mau dipake nyelam. Oke deh. Laminating jadi pilihan utama.

Pemandangan setelah pintu masuk - Umbul Ponggok

Begitu udah masuk, kita langsung disuguh kolam renang bening dan luas. Semakin ga sabar buat nyemplung, tapi sebelumnya mampir dulu ke tempat penyewaan alat snorkeling (mask + snorkel). Di tempat penyewaan itu juga disediakan life vest, sepertinya juga ada fin, soalnya aku lihat beberapa orang renang pakai fin. Harga sewa masih standar dan ga terlalu mahal menurutku, untuk sewa mask + snorkel dipatok IDR 13,000 sedangkan life vest IDR 7,000. Bisa disewa terpisah, jadi ga harus sepaket alat snorkel + life vest.
The next is, ke tempat penitipan barang buat nyewa locker. Kemarin aku sewa 1 locker buat barengan sama Ula, biayanya IDR 3,000/locker. Sambil nunggu Ula ganti baju, aku beberes barang dan menyimpan semuanya jadi satu biar aman.


Jalan di pinggir kolam sambil nyari tempat yang kece untuk mulai turun ke air. Dipilihlah tenda dengan kursi plastik di samping kolam renang anak. Abis naro sandal, kami stretching dan warming up. Penting loh.! Biar gak kram waktu nanti renang (padahal sih ga renang, cuma ngapung-ngapung doank, hihi).
Kami milih spot di dean kolam anak, nyari yang ada pegangan di pinggiran kolamnya. Pertama, duduk dipinggiran kolam, kaki dulu yg nyemplung. Udah sekitar 5 menit, suhu badan udah mayan bisa menyesuaikan, barulah,, byuuurrrr..
FYI aja yah, air kolamnya mayan dingin walopun hari udah siang.

Testing underwater photo - Umbul Ponggok
Belum berhasil wefie underwater - Umbul Ponggok

Ula udah berenang-renang kesana, sementara aku masih sok sibuk setting kamera HP. Cahaya di atas sama di dalam air jelas beda, jadi mesti di setting manual semuanya, mulai dari white balance, exposure, bahkan sampai ISO nya. Dirasa udah oke, mulailah hunting di dalam air. Tapi masalah lain muncul, ternyata layar HP ku ini sensitive banget, jadi dia ga mau di touch pas udah di dalam air. Cara satu-satunya adalah, timer. Sebelum dibawa nyemplung ke air, di touch dulu deh. Hahaha..
Belum lama ngapung-tenggelam-ngapung-tenggelam aku udah kedinginan akut, padahal baru jam 11 siang. Akhirnya aku sama Ula milih untuk keluar dari air dan nyari makanan buat ngangetin badan. Di sekitar pinggiran kolam banyak orang buka warung jual makanan. Mi instan, mi cup, gorengan ato minuman anget. Harganya juga gak mahal kok, gak terlalu komersial banget, masih harga normal kayak di warung burjo di Jogja. Aku pesan Indomie rebus pake telor plus Goodday Chococcinno anget. Sambil nunggu pesanan aku nyemil beberapa gorengan.


Sesaat kemudian badan udah anget dan siap buat nyemplung lagi ke air. Sekarang balik lagi ke tempat penyewaan alat renang, aku sewa life vest. Ternyata lebih enak pake life vest biar tetep ngapung tanpa harus mikir takut tenggelam. Lebih bisa menikmati pemandangan bawah air deh jadinya. Halaasssaaaannnn.. Bilang aja tadi hampir kelelep berapa kali.
Ya aku sih ga bisa renang, sok aja dikasi judul swimming like a jellyfish, orang renangnya tangan-kaki gak singkron :D

Groufie ikan-ikan kecil - Umbul Ponggok
Ula - Umbul Ponggok
Akuuu. Hidungnya penuh air - Umbul Ponggok

Minggu, 23 Agustus 2015

Di Bandung Gunung, Di Lombok Gunung, Itulah Indonesia

Ntah udah berapa banyak postinganku tentang Bandung. Ga ada bosen-bosennya mengulas Bandung, membahas, mencari artikel dan menemukan keunikan disetiap sudut kotanya. Kota Kembang ini memang punya banyak sekali obyek wsata, mulai dari wisata alam, wisata kuliner dan wisata budaya. Ada juga wisata belanja yang gak kalah menarik bagi wisatawan untuk datang ke Bandung.

Sekian banyak obyek wisata yang bisa dikunjungi selama di Bandung, tapi setiap orang pasti punya tujuan wisata favorit. Secara pribadi, aku suka banget sama Kawah Putih dan Kebun Teh yang menghampar di Ciwidey. Hawanya sejuk atau malah cenderung dingin, tapi itu yang membuat hati ingin berlama-lama dan terus berlibur. Iya gak sih? Iya kan? Iya donk.. J

Kawah Putih sebenarnya adalah danau yang terbentuk akibat letusan Gunung Patuha beberapa abad yang lalu, sehingga kawah ini berada di ketinggian sekitar 2100 mdpl. Tanah di danau ini bercampur belerang yang akhirnya membuatnya jadi berwarna putih. Keindahan ciptaan Allah SWT yang tiada duanya, terlihat dari warna air danau yang berwarna hijau kebiruan.
Bau belerang terasa menyengat sewaktu kita memasuki area kawah, makanya semua pengunjung disarankan (atau mungkin malah wajib) memakai masker. Pengunjung yang tidak bawa masker bisa membelinya disana, tenang aja, banyak pedagang asongan yang menyediakan masker kok. Tapi masker yang dijual ini ya masker biasa, bukan masker khusus yang ada penyaring udaranya, jadi tetep aja bau belerang itu terasa, walaupun sedikit berkurang.
Barang yang sama pentingnya yaitu jaket. Pada waktu tertentu suhu disana bisa mencapai 19-10 derajat Celcius, dan juga angin bertiup lumayan kencang, jadi memang sebaiknya kita membawa jaket. Kalau aku sih, lebih suka tanpa jaket, soalnya lebih bisa menikmati hawa dinginnya.

Kawah Putih dari Gardu Pandang, Bandung

Nah, dalam perjalanan menuju Kawah Putih, kita dimanjakan dengan pemandangan yang hijau membentang bagaikan permadani, dan sudah pasti itu adalah hamparan kebun teh. Hawa yang sejuk cenderung dingin merupakan tempat yang cocok untuk perdu teh tumbuh subur. Kalau kita akan mengunjungi Situ Patengan, jangan lupa mampir kesalah satu warung kopi ditepi jalan untuk sekedar minum dan sedikit ngemil sambil menikmati pemandangan, atau mau selfie? Boleh! Pokoknya ingat, jangan sampai merusak kebun. J

Kebun Teh di Ciwidey, Bandung

Dari Bandung Selatan, sekarang kita ke Bandung Utara. Obyek wisata yang terkenal disini adalah Lembang dengan Gunung Tangkuban Perahunya. Masih seputar hawa dingin ya pastinya, karena Gunung Tangkuban Perahu terletak di ketinggian lebih dari 2000 mdpl. Status Gunung ini masih aktif, ditandai dengan adanya sumber-sumber air panas di kaki gunung dan masih munculnya gas belerang.
Pemandangan cantik bisa kita nikmati dari bibir kawah. Ditambah hawa dingin yang setiap harinya rata-rata berkisar 17 derajat Celcius, pasti bakal memanjakan kita dan ngerasa baru relaksasi. Para traveler biasanya menghabiskan banyak waktu di Kawah Ratu, dan kawah inilah yang selalu jadi primadona. Kenapa? Kawah Ratu merupakan kawah paling besar dan memiliki pemandangan yang luarbiasa indah. Meskipun ada kawah-kawah lain yang gak kalah menakjubkan, tapi Kawah Ratu selalu menjadi tujuan utama.
Selain aksesnya yang mudah, Kawah Ratu juga menyediakan banyak warung-warung untuk duduk-duduk bersantai sambil becanda bersama. Ada juga wisata belanja  walau hanya sekedar untuk membeli oleh-oleh khas Lembang.

 
Kawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu, Bandung
source: http://www.yoshiwafa.com/


Bandara Internasional Husein Sastranegara menjadi bandara andalan kita-kita yang datang ataupun meninggalkan Bandung. Berbagai maskapai rute penerbangan domestik maupun internasional seperti GarudaIndonesia, Malindo Air, Citilink, AirAsia, SilkAir dan masih banyak lagi siap membawa kita untuk berlibur di Kota Kembang ini.

Jumat, 21 Agustus 2015

Get Lost in Bandung with Klikhotel.com

Jeda waktu dua bulan setelah resign dari kantor lama ke kantor baru emang paling asik ngabisin waktu buat traveling. Sebulan pertama udah dipakai untuk ngubek-ngubek Jogja, menelusuri setiap sudut kota, sisanya ya pasti buat mencari pengalaman baru dan pulang ke rumah orang tua di Sumatera.
Sebelum membuat itinerary (catatan perjalanan) pastilah kita tentuin dulu kemana tempat tujuan dan obyek wisata apa aja yang bisa dieksplor. Hal lain yang gak kalah penting nyari transportasi dan akomodasi selama di tempat tujuan. Apapun konsep traveling yang kita anut, tetep aja yang namanya tempat penginapan tu penting banget, secara gak mungkin kita nginep di emperan toko, apalagi buat backpacker wanita. Kenyamanan tubuh pas istirahat patut diperhatikan, tapi yang paling diprioritaskan udah pasti keamanan buat diri sendiri maupun barang yang kita bawa.


Setelah browsing sana-sini didapatlah informasi yang lumayan lengkap untuk tujuan traveling kali ini, Bandung.! Mulai dari obyek wisata, angkutan umum (angkot dan bus) yang murah meriah dan yang pasti penginapan low cost yang cocok buat konsep backpacker. Sayangnya dari sekian banyak hasil browsing waktu itu belum ada yang cocok. Sampai akhirnya aku nemu sebuah postingan yang menceritakan pengalamannya nginep di Pinisi Hostel Bandung, abis browsing-browsing trus didapatlah KlikHotel.

Salah satu FO di Jl. Riau, Bandung

Langsung aja meluncur ke klikhotel.com dan mencari PinisiHostel untuk tanggal yang ku pilih. Waktu itu tampilan webnya belum seperti sekarang, dengan tampilan yang lebih simple tapi gak kalah user friendly kayak yang sekarang kita lihat. Kalo misalnya mau cek hotel apa aja yang bisa dipesan via klikhotel.com dan berapa rate tarif hotel yang disediakan oleh klikhotel, cukup dengan beberapa langkah mudah.

Nah, pas udah kebuka websitenya klikhotel.com kita tinggal input kota tujuan, tanggal menginap sama berapa lama kita menginap, tinggal klik search aja deh. Abis itu bakalan keluar puluhan, bahkan ratusan pilihan hotel di Bandung mulai dari yang tarif backpacker sampai hotel bintang lima juga ada. Lengkap! Kita bisa piliih sesuai kantong masing-masing. Klik aja deh nama hotelnya, nanti disitu bakal muncul daftar kelas-kelasnya dengan harganya, trus juga lokasi dan alamat hotel, lengkap dengan foto, review, fasilitas dan ketentuan kebijakan hotel. Pilih jumlah kamar yang mau dipesan, input data identitas, trus tinggal kita bayar dan selesaikan transaksinya. Selesai.

Semuanya gampang dan jelas banget langkah-langkahnya. Gak pake ribet, gak pake lama. Pilihan pembayaran transaksi juga bermacam-macam bank, gak diwajibkan pakai kartu kredit pula. Asik lah pokoknya. Oh iya, dari sekian banyak website penyedia jasa pemesanan hotel waktu itu, cuma di klikhotel.com aku bisa menemukan Pinisi Hostel dengan pembayaran tanpa kartu kredit. Itu kan membahagiakan kaum backpacker banget. Totally pelayanan klikhotel memuaskan, karena aku juga sempet chat dengan CS nya, ternyata ramah dan sigap dalam menjawab pertanyaan konsumen.

Just info ya, di website Klikhotel user juga bisa memanfaatkan beberapa filter waktu searching hotel. Misalnya rate tarif, jumlah tamu, kelas hotel (based on stars), tipe penginapan, bahkan sampai jumlah review yang masuk ke hotel itu.
Buat aku pribadi, review seseorang itu sangat berpengaruh buat kita calon tamu. Kalau review banyak yang negative, pasti kita bakal mengurungkan niat untuk menginap disana meskipun harganya murah. Tapi kalau review dari pengunjung lain itu lumayan positif, pasti kita bakalan milih penginapan itu walaupun harga sedikit agak mahal. Jadi misalnya kita mau review sebuah tempat, apapun itu, usahakan se-fair mungkin, jujur se jujurnya berdasarkan pengalaman dan yang kita rasakan.
Ngomong-ngomong soal review, ini review yang pernah aku tulis di klikhotel.com sekitar hampir dua tahun yang lalu. Udah lama banget ya? Gapapa lah. Hehe..

Review Pinisi Hostel di klikhotel.com


Kamis, 06 Agustus 2015

Dapetin Voucher #TiketAirpaz Dengan Like and Share.? Mau Donk.!!

Kamis, 6 Agustus 2015

Seperti hari-hari kerja biasanya, datang ke kantor, menyiapkan semua yang harus dikerjakan, dan sebagai mood booster di pagi hari selalu putar lagu dari koleksi sendiri atau streaming radio sambil cek email. 

Jengjeeeenngggg.!! Ada newsletter dari Airpaz dengan subject : “Lomba Menulis: Hadiah 10 Tiket Pesawat Gratis Keliling Nusantara”. Waktu dibuka ternyata ada juga banner “KontesAirpaz Hadiah Total: Rp. 100 Juta”
Yaksip, langsung klik kedua banner ini.



Kontes Like and Share dari Airpaz


Abis baca syarat dan ketentuan Kontes Like and Share Airpaz ini langsung apply di link yang udah ada. Minat bangetlah buat ikutan, kan lumayan bisa dapet voucher tiket pesawat.

Kalo ditanya kenapa minat buat ikutan kontes ini, ya jelas motivasi utamanya biar bisa dapet voucher tiket pesawat dari Airpaz. Syukur-syukur dapat grand prize. Motivasi lainnya adalah, karena aku suka traveling. Tahun ini aku pengen banget bisa liburan ke luar negeri. Sebenernya rencana ini udah ada sejak beberapa tahun lalu, tapi belum juga kesampaian karena banyak faktor. Tapi yang lebih jadi semangat untuk ikut kontes yaitu invitation dari temen untuk liburan ke Thailand next summer. It’s gonna be lot of fun and experiences.


Selama ini liburan dan traveling aku hanya di dalam Nusantara. Bukan karena tak mencintai Indonesia, tapi adakalanya kita harus melangkah lebih jauh dan melihat dunia luar untuk menambah pengetahuan. Memahami dan mempelajari lebih banyak budaya, mengenal lebih banyak orang asing dan mencicipi lebih banyak cita rasa makanan. :)


So, udah pasti kalo aku memenangkan kontes, apalagi dapat grand prize voucher dari Kontes Like and Share dari Airpaz, bakalan aku pake buat beli tiket liburan rute international.
Semoga bisa mewujudkan mimpi itu. Semoga bisa mendapatkan grand prize Kontes Like and Share dari Airpaz kali ini.



Let’s Like, Follow and Share.!! ;)

#TiketAirpaz

Selasa, 28 April 2015

mBantulisasi Berbacpacker Di Sendang Ngembel dan Air Terjun Pulosari

Seminggu setelah hari bahagianya, Om Aong mlivir alus seorang diri ke Jogja. Ga tau apa motivasinya, tapi yang jelas kita-kita mau kondangan ke resepsinya Mpep yang diadain hari Sabtu.

Minggu, 8 Maret 2015
Dek Dini baru KKN di Ringinharjo, Bantul. Niat kakak-kakak ganteng cantik nan baik hati ini mau jenguk adek kesayangan. Prosesi jemput-menjemput telah selesai, dan kami langsung menuju Desa Ringinharjo, Bantul yang bisa ditempuh lewat Ringroad Selatan dan belok ke selatan di perempatan Dongkelan (Jl. Bantul). Terus ke selatan sampai ketemu Masjid Agung Bantul, kita belok ke barat arah Pandak. Setelah ketemu 1 perempatan lampu merah, di perempatan berikutnya kita belok ke kiri sampai ketemu desa Ringinharjo yang ada lapangannya, kita belok ke kanan. Tak jauh dari situ, sampailah di Posko KKN. Tapi ternyata dek Dini masih ada bakti sosial, jadi kami nunggu lumayan agak lama.

Dek Dini datang. Abis ngobrol, haha-hihi cemal-cemil, kami mau lanjut ke tempat wisata disekitar situ. Motivasi awalnya kami nyamperin ke posko KKN tu biar dek Dini bisa ikut piknik, tapi ternyata siangnya dia ada penyuluhan di Balai Desa. Oke. Skip ya dek.!! :D

Dari lokasi KKN di Ringinharjo, kami mampir makan di warung soto, dan setelah itu langsung menuju Pajangan. Ini usul dari dek Dini untuk main ke Sendang Ngembel. Berhubung kita semua belum pernah, yasudah, bolehlah dicoba. –skip rute perjalanan, karena jujur, aku lupa, dan lagi waktu itu nyasar-nyasar banget–

Om Aong
Sampailah kami Sendang Ngembel. And this is not what am I expected.!!
Katanya ini adalah mata air. Tapi menurutku lebih mirip kubangan atau empang yang agak sedikit bau, lumut yang tumbuh subur di kolam dan daun-daun kering sebagai toppingnya. Tapi itu rame banget pengunjungnya.!! Gak ngerti kenapaaaa..
Anak-anak yang lain ngajakin foto di batu tengah kolam, tapi aku sama sekali ga excited, akhirnya ga ada yang ke tengah juga. Berhubung udah sampai disana, udah bayar parkir juga, akhirnya kita cuma foto-foto dikit di tepian empang. Kecewa? Jelas! Setelah take photos, kami langsung cabut, balik ke parkiran. Alhamdulillah, disitu ada papan penunjuk lokasi wisata lain disekitar situ, maka dipilihlah Air Terjun Pulosari.

Berbackpacker at Sendang Ngembel, Bantul
I n Ida at Sendang Ngembel, Bantul
Sesuai peta, dari Sendang Ngembel keluar sampai ketemu pohon beringin belok kiri. Lurus terus sampai ketemu perempatan yang ada Patung Semar, belok lagi ke kiri, nanti penunjuk jalan menuju Pulosari mulai terlihat. Jalanan dari batu yang dipadatkan, sempit, kalau papasan sama mobil harus ada yang ngalah dan super menepi salah satunya. Perjalanan ditempuh sekitar 10-15 menit.

Diparkiran, pengunjung yang membawa mobil bisa diitung dengan jari, waktu itu ada 3 mobil termasuk mobil kami, sisanya motor berderet rapi. Dari area parkiran kita mesti turun ke jurang untuk bisa menikmati pemandangan (atau mungkin sekalian mau mandi). Akhirnya sampai juga di air terjun yang sudah ramai putri duyung berenang, meskipun kita mesti menapaki texture jalan setapak bertangga sekitar 10 menit.

Berbackpacker at otw Air Terjun Pulosari, Bantul
Air Terjun Jurang Pulosari

Selasa, 21 April 2015

Trans Studio Bandung, I Wanna Get Back.!!

Uuuulalalalala~~~
Masuk ke Kota Bandung setelah keluar tol Buah Batu disambut dengan kemacetannya. Sebelum keluar dari tol Cipularang kami udah satu suara satu tujuan, Trans Studio Bandung.!! (yg selanjutnya ku sebut TSB).

Senin, 2 Maret 2015
Jam 11 siang kami masuk ke parkiran TSB,, feels like a dream come true #halah,, but its true, soalnya udah dari kapan hari pengen banget bisa main trus ngereview ni tempat,, tapi baru kesampaian waktu ini.

Keluar dari mobil masuk ke Trans Studio Mall,, jangan mikir kami belanja dulu yak.. Nggak kok,,  gak belanja,, cuma numpang ke toilet bentar..

Berhubung kami ga tau jalan, clingak-clinguk kayak orang ilang, akhirnya kami nemu pintu keluar setelah naik 1 lantai. Ternyataaaa,, kami keluar dari lobby samping mall,, alhasil, jadilah kami mesti jalan sampe ke ticket box. Abis bayar IDR170,000/pax, kita bakal dapet smart card, sejenis e-cash gituuu, dengan balance IDR 340,000 for 2 pax. Lanjut naik eskalator ke entrance gate Trans Studio Bandung.
Sampai diatas, kita langsung disambut sama maskot-maskot lucu, imut nan unik khas karakter TSB. Kita tinggal tap e-cash ke entrance gate, dan, masuk deh.. Tapi waktu kami dateng, kami dibantuin sama crew disana buat entrance nya,, yeeeaaayyyyy └(^o^)┘

Hari ini hari Senin, jadi mayan sepi. Kami masih ngeloyor sambil poto-poto di Studio Central, masih bingung mau mulai dari mana. Akhirnya dipilihlah Marvel 4D Studio untuk mengawali petualangan kitah.

The Lost City - Trans Studio Bandung
Trans Studio Parade - Trans Studio Bandung


Marvel Superheroes 4D Studio
Wahana ini berupa bioskop simulator dengan teknologi 4 dimensi yang menampilkan super hero karya Marvel, ada Spiderman, Hulk, Iron Man, Captain America, Thor yang melawan musuh-musuhnya.
Waktu masuk di studio ini pengunjung akan diberi kacamata untuk menampilkan efek 3D dari movie yang ditayangkan. Setelah masuk studio, kita bisa pilih tempat duduk yang paling cozy, 1 set berisi 6 seat dengan format 3x2 row. Setiap seat dilengkapi dengan seatbelt. Nah, sebelum movie diputar, akan ada instruksi dari crew, misalnya kita harus meletakkan barang bawaan di bawah (sudah ada tempat disediakan), dilarang melepas seatbelt selama movie diputar, dilarang merekam dalam bentuk apapun, dll.

Entrance Gate Marvel 4D Studio - Trans Studio Bandung
Inside Marvel 4D Studio - Trans Studio Bandung

Kebetulan waktu itu kami ada di antrian pertama, emang lama banget sih nunggu sampai jam pemutaran movie, tapi worth it, soalnya jadi bisa pilih seat atas bagian tengah. Siplah pokoknya.!! :D
Setelah movie selesai diputar, kita keluar sambil mengembalikan kacamata tadi. Dan tujuan kami selanjutnya adalaaaaahhhhh.. Trans City Theater.


Trans City Theater - Kabayan Goes to Hollywood
Pertunjukan teater yang menampilkan cerita Kabayan mencari sang pujaan hati ke negeri orang, United States of America.!!
Opening dimulai dengan penari ala kabaret yang cantik dan seksi, haha.
Pertunjukan berlangsung selama 30-45 menit (aku lupa), nah, gimana jalan pertunjukannya, silakan nonton langsung ke Trans Studio Bandung. Pokoknya seru, menarik abis, dan yang bikin aku pengen nonton lagi karena pementasan teater ini lebih mirip drama musikal dengan sentuhan modern, jadi asik dan gak ngebosenin.

Kabayan Goes To Hollywood - Trans Studio Bandung

Kong Climb
Wahana yang satu ini wajib dicoba buat kalian yang ngakunya suka tantangan. Ada lima track climbing dengan terrain dan ketinggian yang berbeda-beda, dan pastinya memiliki tingkat kesulitan yang berbeda juga donk yah.!

Dari kami berenam, yang gak nyoba wahana ini cuma Dika. Takut katanya. Hehe, maklum, dia kan cewe banget :D

Kong Climb - Trans Studio Bandung


Sabtu, 14 Maret 2015

Kondangan Ke Jekardah, Om Aong n Mbak Vira Wedding

Rasanya udah lama banget gak update blog ini karena gak jalan melihat indahnya sudut lain Indonesia yang belum pernah terjamah olehku #halah
Nah,, kali ini berbackpacker mau ngebolang ke Jekardah dalam rangka memenuhi undangan walimatul ursy mas Angko aka om Aong. Emang ga lengkap vroom2 kali ini, secara Ida, Dini sama mas Adi gak bisa ikut. Sibuk semua mereka. Tapi bukan berarti aku berangkat berdua doank sama Erick,, masih ada Ridho, mas Usman + Dika, dan Udin.

Happy Wedding Om Aong n Mbak Vira
(left to right) Ridho-Udin-Erick-Om Aong & Mb Vira-I-Dika-Mas Usman


Sabtu, 28 Februari 2015
Broadcast dari Erick, ashar kumpul di rumah Dika, trus jam 4 berangkat. Lagu lama deh yaaaa,, nyatanya menjelang maghrib baru kumpul, carrier dan barang2 di packing di belakang, bantal guling ditumpuk cantik, dan habis sholat maghrib baru jalan. -___-"
Tapi gak apa2 juga sih, soalnya jam lima sore aku baru kelar nyiapin kado super duper kece special abis pokoknya buat om Aong. Nyiapinnya berdua doank sama Ida.!! Kamar ampe kayak ruang bermain PAUD :D

Kado super duper kece buat anak #berbackpacker yang nikah


Berbekal waze apps, mas Usman yang nyetir, Erick jadi navigator tapi hp ku yang diabis-abisin batrenya buat gps, Aku berdua Dika di seat tengah, sisa Udin sama Ridho di seat belakang.
Jalan ramai lancar, mas Us nyetir juga ga terlalu kenceng, tapi di dalem mobil nyenyet, cuma suara radio campur semut lagi arisan (baca: kresek-kresek).

Jam 10an kami berenti di sekitar Pekalongan kalo gak salah, berenti di Alfa*mart buat beli minum sama cemilan,, sekalian ngelurusin kaki, pinggang dan seperangkat peralatan duduk lainnya.. Haha.. Ke toilet, berenti sekitar 5-10 menitan doank, trus lanjut lagi perjalanan, dan masih mas Us jadi pak kusirnya.

Sejam kemudian, suasana mobil masih tetep nyenyet,, Erick diem kayaknya tidur, sedangkan yang lain udah tidur dari tadi. Sesekali mas Us nanya buat mastiin kalo jalan bener, biasanya mau menuju persimpangan doank sih.

Masuk daerah Tegal-Babakan jalan ancur2an, kelok2, nanjak, dan jalan ancur, aspal berlobang2. Ridho udah mulai kontraksi, minta kantong kresek. Yak.! Jackpot.!

Minggu, 1 Maret 2015
Sekitar jam 1 pagi kami nyampe di tol baru Cirebon. Pinggang pada pegel, mas Us mulai ngantuk, Ridho juga udah gak kuat buat bertahan lebih lama lagi dibelakang. Berhubung ntu jalan tol juga belum resmi, separator juga belom bener yak, sebagian masih malang melintang berantakan di jalan *ini serius* dan juga ga ada papan S coret, jadilah kami menepi disitu.

Begitu turun dari mobil, Ridho langsung jongkok sambil bawa sekantong kresek penuh sesuatu. Haha. Gak tega sih, tapi tu anak emang gak mau disuruh pake minyak angin. Yaudah deh yaaa..

Kami berenti agak lama nih di tol Cirebon ini. Stretching abis-abisan. Pegel juga, ga berasa udah sekitar 7 jaman duduk doank di mobil *ebuset, jaman apa aja tuh? XD Limabelasan menit ada kali yak berenti disitu. Udah cukup istirahat, sopir pun gantian, mas Us tidur dibelakang, Erick yang nyetir dan aku pindah depan buat nemenin dia biar gak ngantuk. Sebelum setengahdua kami lanjut perjalanan.

Minggu, 04 Januari 2015

Mengawali Tahun 2015 Di Air Terjun Sri Getuk

Happy New Yeaaaaarrrrrrrr..!!!
Toeeeetttttt.. Toeeeeetttt.. 
Al-Faaatihah..
Loh eh, ini apasih.?!


Hahaha, maklum gaes,, aku gak merayakan tahun baru. Malam tahun baru selalu diisi kegiatan pembinaan bareng anak-anak masjid. Habis sholat Maghrib ada penyampaian dalil dan hadits, trus break, sholat Isya, dilanjut tausyiah nasehat agama sekitar 1 jam. Jam 8, makan malam. Jam setengah 9 langsung move ke teras masjid, mulai screening short movie gitu deh, semua movie karya anak-anak remaja masjid se-Berbah yang dibagi jadi 4 kelompok. Jam 11 mulai pembacaan nominasi dan pemenang, dilanjut pembagian hadiah plus bebaqaran, ada jagung sama bakso tusuk. Enyaaakkkkk.
Jam 12 istirahat tidur, jam 3 bangun doa, sholat malam, trus istirahat tidur lagi, adzan Shubuh bangun, sholat, habis sholat peserta boleh pulang, tapi panitia mesti piket bersih-bersih :’) *so sweet sekali ini Yaa Allah. Jam 8 pagi Alhamdulillah semua udah bersih, udah beres. Mari kita pulang, daaaaannnnnn tiiidduuuuurrrrrr. Zzzzzz...



Kamis, 1 Januari 2015
Entah ada apa gerangan, begitu jam 8an sampai rumah bukannya tidur tapi malah bbm-an sama anak-anak berbackpacker. Membuat rencana indah, soalnya kangen lama gak traveling bareng gitu. Kami nyari tujuan yang gampang, gak terlalu jauh, tapi back to nature *ceillleeeee. 
Okefix, deal ke pantai Gunung Kidul ajah. So, mari tidur, semaleman belum tidur, trus dari pagi ampe sore kemaren juga nyiapin konsumsi 150an nasi box buat peseta panitia, maklumin aja deeehhh..

Tepi Dermaga - Air Terjun Sri Getuk, Gunung Kidul

Jam setegah 1 siang anak-anak ngumpul di rumahku. Erick, Ridho dateng duluan, tigapuluh menit kemudian disusul Dini sama Ida. -___-“ Begitu udah lengkap langsung caaaaapcuuuuuuscyiiiiiiin.
Kami pilih rute Berbah-Jln. Piyungan Prambanan-Jln. Wonosari-Pathuk. Jarak tempuh sekitar 40-45km. Dari Pathuk masih nanjak lewat hutan negara Bunder (rest area), trus sampai di pertigaan Gading belok kanan ke arah Playen. Sampai terminal Playen belok kanan lagi ke arah Palihan, masih terus sekitar 2km ntar ada pertigaan, kita belok ke kanan. Nah, abis pertigaan ini udah mulai banyak papan penunjuk ke Air Terjun Sri Getuk. Eh wait, kayaknya rencana awal kan mau ke pantai kan yaa.??



Ahh,, Erick, selalu bisa aja ngasi surprise. Tiba-tiba ganti haluan aja deh ah. Oke sih, aku juga belum pernah dan mayan penasaran sama ni lokasi. Tuh tadi kan udah belok kanan, kita masih terus sekitar 7km, dan sampailah di gerbang masuk area parkir Air Terjun Sri Getuk, Gunung Kidul, disini kita bayar IDR 3000/motor. Dari loket, kita terus ke bawah ke arah parkiran motor. 
Jangan dikira jalannya halus mulus kayak pantat bayi yaa,, mulai dari sini jalanan khas batuan kapur yang licin banget karena basah. Serasa offroad, tapi pake matic, soalnya aku berdua doank sama Rio, jadi yaaaa kira-kira aja sendiri, mana lagi jalan juga sempit, muat 1 mobil doank coy. Trus mayan jauh sih, 2-3km mungkin.


Habis parkir motor, kami langsung turun ke arah sungai. Sebelum sampai ke bibir sungai kita lewat warung-warung gitu, jual makanan minuman sama souvenir, dan setelah itu kita akan dihadapkan pada dua pilihan jalan yang bercabang. Kamu harus jeli dalam memilih, salah langkah bisa bahaya. Hahaha, apasih.

Tepi Dermaga - Air Terjun Sri Getuk, Gunung Kidul.
Antriannya kayak ular naga panjangnya.
Jadi, lokasi Air Terjun ada diantara ngarai sungai Oya ini, nah kita kalo mau kesana ada 2 opsi. Pertama, kita jalan lurus terus keanak tangga yang udah disemen ke bibir sungai trus naik perahu gethek bermesin diesel bertenaga kuda, kita bisa beli tiketnya di loket bawah sebelum gardu tunggu perahu. Tarif IDR 10,000/orang untuk pulang pergi dari lokasi yang sama ke ngarai sungai.
Kedua, kita ambil arah kiri, trus jalan kaki sekitar 1,5km lewat kebon sama sawah-sawah yang dikombinasi antara jalanan landai dan tangga (yang cukup ngebuat Ida ngos-ngosan banget). Opsi kedua ini gretong cuy, gak pake ongkos. Yaaa palingan es teh segelas lah yaa. Haha.


Kami? Huh, berbackpacker gitu.. Jelas milih naik getek laaahhh,, hahaha. Sekali-kali piknik cantik-cantik ala koper boleh donk yaaa,, ransel kan punya capek juga. Lagian malamnya kami abis begadang *yaelaaahhhh.. itu mulu jadi alesan -___-“

Senin, 15 Desember 2014

Chibi Character: Juventini Sholeh and Juvedonna Sholehah

Kadang malam hari kalo susah tidur suka kepikiran mau buat sesuatu, yang lucu, yang kreatif. Sesekali bikin itinerary traveling, atau bikin design pakaian yang unik. Nah, tadi malem tiba2 langsung semangat mau bikin character chibi yang pake jersey Juventus, tim kesayangan. Padahal udah hampir tengah malem masih gulung2 dikasur ga bisa tidur, yaudah lah, nyalain laptop aja.

Ide bikin character chibi ini gara2 beberapa hari lalu liat profile picture facebooknya temen yang ada character chibi pake jersey Intermilan. Iseng nanya ada yang Juve apa ngga, malah ledek2an gak habis2. Yaiya sih, secara anak Interisti kalo denger kata2 Juve tu kayak kena alergi yang parah. Ya sama kayak kita2 Juventini ato Juvedonna suka sering alergi juga.!!

Buka Coreldraw Portable X3 (buset, jadul banget yak, ndakpapahlah), trus langsung klak.klik.klak.klik.

Bezier Tool
Pertama bikin outline atau lineart nya dulu. Aku sih paling seneng pake ini, Bezier Tool. Gampang banget dipakenya. Tiap kita klik, dia bakal create node baru. Trus misalnya mau buat straight line di koordinat X atau Y yang sama, kita tinggal pencet Shift sambil klik+drag seberapa panjang line yang mau dibuat. Pas udah cukup panjang linenya, tinggal lepas trus klik sekali lagi (double klik).

Shape Tool
Bezier Tool ini otomatis create garis lurus tanpa memperhatikan letak koordinat awal dan akhirnya. Nah, untuk ngebentuk biar curvy atau lengkung, ada satu lagi tools andalan yang paling sering ku pake juga, namanya Shape Tool (ato bisa pencet F10 di keyboard). Misal kita mau lengkungin bagian rambutnya, kita tinggal select shape ato line yang mau diedit, trus pencet F10, klik di area line yang udah kita select, ntar muncul dot (mirip asterix) warna item, trus kita klik Convert Line To Curve, nah ntar tinggal geser2 sesukanya deh mau seberapa lengkungnya. Liat gambar dibawah yaa..

Convert Line To Curve


Udah semua shape jadi, baru deh coloring per partnya. Ini gampang banget yaa,, tinggal pilih (select) shape yang mau diwarnain trus tinggal pilih and klik warnanya di color palette.
Penting buat make sure line per line yang kita buat tadi nyambung yah. Kalo ada yang ga nyambung bisa pake Join Two Nodes Tools ato Auto-Close Curves. Soalnya kalo antar nodes nya ga nyambung, itu bukan termasuk shape, dan bisanya fill color itu kalo shapes. Okey.? ;)

Join Two Nodes
Lineart/Outline Chibi Character Juventus Jersey

Ini, yang udah selesai coloring, tapi masih di edit2 dikit biar numpuk2 layernya pas. Trus logo and atribute jersey tinggal download yang hires aja, tinggal templok2 dueh.. Hehe..