Minggu, 20 Mei 2018

Review: Black Head Clear Nose Pack by Nature Republic

Heemmm,, sambil menyelam minum air. Sambil nunggu motor yang diservis, nemu wifi di bengkel, bawa tab, jadilah aku mau share review hasil nyobain nose pack merk lain nih.
Penasaran? Here we go!

Blackhead Clear Nose Pack by Nature Republic, apaan tuh?
Nah, buat kalian yang udah wara-wiri di dunia skin care, mungkin nggak asing lagi sama Nature Republic. Produk asal Korea Selatan ini lumayan naik daun seiring boomingnya produk mereka yang sangat multi fungsi, yaitu Aloe Vera Shooting Gel 92%. Sebenernya sih nggak cuma shooting gel, ada banyak produk lain yang menarik juga dari Nature Republic ini, termasuk nose packnya.
Klaim dari produk ini adalah mampu membersihkan komedo (blackhead dan whitehead) juga mengangkat sel kulit mati. Nose pack ini juga mengandung bubuk charcoal yang berfungsi membuka pori-pori untuk membersihkan sebum atau minyak berlebih, dan juga ekstrak aloe vera juga untuk menghaluskan plus menghidrasi kulit.
Bagaimana hasilnya? Let's see.

Kemasannya seperti apa?
Lucu.
Itu kesan pertama yang aku liat dari packaging nose pack ini. Kemasannya berbahan doff, warnanya hijau dan ada gambar gajah yang lagi menghirup bintik-bintik hitam. Padahal sih aslinya pertama kali lihat, aku pikir si gajah baru nyemburin bintik-bintik air gitu, hahaha! Tapi setelah diamati dan dicerna lagi, mungkin maksudnya si gajah baru menghirup komedo dari hidung kita. Imajinasiiii...
Untuk kemasan yang aku beli ini berisi 1 lembar nose pack dalam setiap kemasannya. Kalau dari website resmi dan beberapa online shop lain, akj lihat ada kemasan yang berisi 7 lembar nose pack yang dikemas dalam 1 kardus, dan masing-masing dikemas plastik ini.
Setelah dibuka, ternyata nose packnya berwarna hitam. Padahal ekspektasiku berwarna hijau bergambar gajah lucu, haha.
Dan seperti nose pack lainnya, terdapat lapisan mika bening sebagai pelindung bagian yang akan ditempelkan ke hidung.
Kek gini nih.

Tampak depan kemasan Blackhead Clear Nose Pack by Nature Republic
Tampak belakang kemasan Blackhead Clear Nose Pack by Nature Republic


How to use?
Baru pertama kali pakai nose pack? Pengen hasilnya maksimal? Coba perhatikan cara pemakaian yang benar.
1. Cuci muka pakai facial foam, bilas air hangat, terus keringkan pakai handuk bersih.
2. Basahi area hidung, dan pastikan area yang akan tertutup nose pack cukup basah. Oiya, jangan terlalu basah dan jangan terlalu kering ya girls!
3. Lepas mika pelindung nose pack, dan tempelkan pada hidung. Tekan perlahan dan lembut, biar menempel sempurna.
4. Tunggu sampai kering, sekitar 10-15 menit.
5. Lepaskan Blackhead Clear Nose Pack by Nature Republic dari tepi ke tengah.
6. Bersihkan sisa-sisa lem yang menempel dengan face toner.
See? Gimana hasilnya? Banyak komedo yang terangkat kan?
Bagian depan Nature Republic Nose Pack Sheet
Bagian belakang Nature Republic Nose Pack Sheet
(Sisi yang ditempelkan ke hidung)

Review menurut saya...
Menurut aku setelah pertama kali mencoba nose pack Nature Republic adalaahhh.... all clear!
Serius nih, banyak banget whitehead dan blackhead yang terangkat. Bisa dilihat di nose pack (nggak usah difoto apalagi dipublish lah ya, jijik yang lihat, hehe). Hidung langsung terasa bersih, halus dan nyaman banget.
Oiya, perasaan deg-degan waktu mau melepas nose pack dari hidung itu selalu muncul, dan pas melepas dari hidung rasanya ga terlalu sakit, padahal hasilnya lumayan maksimal menurutku. Sempet curiga kalaj hasilnya ga meyakinkan karena pas dikletek nggak terlaku sakit. Tapi ternyata aku salah, haha. Jatuh cinta deh sama nose pack satu ini.
Eehhmmm,, minusnya dari jose pacm ini cuma nggak ada aroma wewangiannya. Nggak masalah sih sebenernya, karena hasilnya yang nggak meragukan. Tapi seandainya ada aroma fresh gitu kan jadi lebih asik kan yah. :D
Biasanya aku juga nanya komentar atau testimoni dari adekku, nah ini dia belum nyoba. Semoga nanti review dan komen dari dia juga satu suara kek aku.

In my opinion, I give you 9/10 for Blackhead Clear Nose Pack by Nature Republic. Congrates!

Kualitasnya juara sih soalnya. Jadi ga nyesel ngasi rating segitu. Hehe.
Nature Republic Blackhead Clear Nose Pack

Want to Repurchase?
Absolutely!
Dan sebenrnya waktu bikin review ini aku udah repurchase yang kemasan box.
Harganya lumayan terjangkau sih, dan worth it dengan hasil yang diberikan. Untuk kemasan isi 1 lembar nosepack dijual seharga Rp. 7,900,- dan waktu beli lagi yang kemasan box isi 7 lembar nosepack cuma seharga Rp. 44,900,-. Dan nggak perlu khawatir, lembaran nosepack yang kemasan box pasti tetap terjaga kesterilan dan kebersihannya, karena tetap dikemas plastik disetiap lembar.

Resume
Poin plus yang aku suka:
+ Hasilnya sangat memuaskan. Banyak banget whitehead, sebum dan beberapa blackhead yang terangkat dari hidung
+ Kulit area hidung langsung terasa bersih dan halus
+ Agak ada sedikit aroma wanginya, walaupun nggak terlalu terasa
+ Harga paling murah dibanding beberapa nosepack import dari brand ternama di Korea Selatan (yang pernah aku coba)

Kekurangannya:
- Agak lumayan sakit waktu melepas nosepacknya. Waspada aja buat yang kulit sensitif
- Harus beli online, karena belum ada official offline store di Jogja (yaiyalah, di Jakarta aja belum lama baru buka cabang, hahaha)


Naahhh, itu tadi review nosepack dari Nature Republic. Masih ada 1 merk nosepack asal Korea Selatan yang akan aku review. Dari brand yang lumayan booming juga namanya. Apa itu?
Tunggu yah!

Terima kasih sudah mampir dan baca review aku. :)

Minggu, 08 April 2018

Review: Jeju Volcanic Nose Pack by Innisfree

Hi blogwalkers!
Sekarang aku mau review nose pack dari salah satu merk skin care asal Korea yang banyak diminati, yaitu Innisfree.

Apa sih kegunaan Jeju Volcanic Nose Pack by Innisfree?
Nose pack dari Innisfree ini mengklaim mengandung ekstrak bahan batu lava dari letusan gunung berapi di Pulau Jeju, yang mampu menyerap limbah sebum, menghilangkan minyak, mengangkat komedo bahkan membersihkan blackhead yang menempel di hidung. Selain itu produk ini juga mengklaim bisa membersihkan pori-pori kulit hidung.

Kemasan?
Jeju Volcanic Nose Pack by Innisfree ini dikemas dalam plastik dengan tekstur doff berwarna krem.
Setiap kemasan berisi 1 lembar nose pack sekali pakai.

Jeju Volcanic Nose Pack by Innisfree kemasan tampak depan

Jeju Volcanic Nose Pack by Innisfree kemasan tampak belakang


Cara pemakaian?
1. Bersihkan hidung, atau cuci muka dengan facial wash
2. Basahi area hidung yang akan ditempel dengan Jeju Volcanic Nose Pack by Innisfree
3. Lepas lapisan pelindung nose pack, dan tempelkan pada hidung mulai dari bagian tengah/batang hidung
4. Tunggu sampai kering, atau sekitar 15 menit
5. Angkat nose pack dari bagian tepi sampai terlepas sempurna
6. Bersihkan hidung dengan toner

Simple kan yah, nggak pakai ribet ini sih. :)

Lembaran Innisfree Nose Pack tampak depan

Lembaran Innisfree Nose Pack tampak belakang


Review pribadi?
Naahhh, aku kan punya partner in crime nih soal beginian, hampir setiap nyoba skin care atau make up produk baru selalu kita coba berdua. Siapakah dia? Yaitu adek kesayangan aku. Termasuk Jeju Volcanic Nose Pack by Innisfree ini, kami udah nyoba pakai.

Kemarin adalah jadwalku pakai nose pack, sebenernya nggak rutin-rutin banget sih, cuma tiap kali hidung terasa udah kasar pasti pakai. Biasanya sih seminggu sekali. Kebetulan weekend ini muka terasa udah kotor banget, komedo udah numpuk. Berharap muka jadi kinclong setelah pakai nose pack. Hahahaha..

Persiapan sama seperti ritual pemakaian nose pack biasanya.
Waktu pertama kali buka bungkusnya, sebenernya aku kurang suka sama aroma nose pack ini. Lumayan sih, tapi agak kurang fresh aja gitu rasanya.
Setelah nempel dihidung, biarkan mengering. Jujur nih, keringnya ga sampai cracky semacam kertas kering yang merekat erat nan kuat kayak yang aku bayangin, disini mulai agak curiga kalau hasilnya mungkin nggak maksimal. Ternyataaaa, pas dilepas dari hidung, bener deh, hasilnya nggak sesuai ekspektasi. Nggak banyak komedo yang terangkat. Jangankan blackhead, untuk mengangkat whitehead aja kurang maksimal kok.

Dan setelah adekku nyoba juga, ternyata dia mengeluhkan hal yang sama. Dia bilang kalau komedonya nggak terangkat maksimal, jadi hidung masih terasa kasar dan kotor. Padahal kami juga udah finishing pakai toner, tapi tetap terasa belum maksimal.
Boleh dibilang kalau aku cukup kecewa dengan nose pack dari Innisfree ini.
So, I give 6/10 for this Jeju Volcanic Nose Pack by Innisfree

Jeju Volcanic Nose Pack by Innisfree


Repurchase?
Sorry to say, but I might be not.
Sebenernya, secara harga nose pack ini lumayan lebih murah dibanding merk lain, cuma seharga Rp. 8,000 di toko online.
Tapi yaa, karena kurang puas sama hasilnya, jadi kemungkinan nggak berminat untuk pakai produk ini lagi. :(

Resume
Yang aku suka:
+ Cara pemakaian yang simple (standard dengan merk lain)
+ Harga relatif murah dibanding merk lain

Yang aku kurang suka:
- Hasil akhir kurang maksimal, nggak semua komedo bisa terangkat
- Aroma agak aneh dan kurang fresh


Segitu dulu deh ya review nose pack by Innisfree ini.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading! :)

Sabtu, 07 April 2018

Hi There! I'm back!

Hi there!
It's been a long time since my last post. Around 2 years, isn't it?

Kenapa ya? Haha!
Kalau dibilang karena ga ada materi, bukan. Karena banyak banget cerita yang mau dan bisa dibagi.
Kalau dibilang karena ga ada waktu buat nulis, bukan juga. Soalnya weekend juga kadang cuma dipakai buat me-time atau mager di kamar. Yaaa, walaupun ga selalu setiap weekend bisa santai sih. Kadang lembur kerjaan, kadang ada acara kondangan atau cuma sekedar nongkrong buat refreshing.
Jadi, alasan sebenarnya adalah... aku sempet kehilangan mood untuk nulis maupun baca. Semacam sick of routine gitu lah. Padahal katanya hobi, tapi kok bosan? Yaaahhh, namanya juga manusia.

Sering ngerasa punya hutang karena dikepala ini banyak banget konsep dan ide yang bisa disampaiin lewat tulisan. Apalagi kalau lagi traveling, rasanya seneng banget karena bakal punya banyak materi. Tapi pas udah buka laptop atau tablet kok ya jadi males itu tadi lhoh. Heran!

Dan, karena suatu lain hal, sekarang keinginan buat aktif nulis sudah hidup lagi.
Semoga selalu ada materi, ada waktu dan yang terpenting ga malas. Ganbatte!!!

Oiya, beberapa materi mungkin bisa pelan-pelan aku tulis nanti. Terutama catatan perjalanan, soalnya setiap traveling aku terbiasa bikin catatan kecil untuk bahan nulis. Jadi semoga catatan-catatan itu bisa membantu membangun memori dan bisa jadi materi nulis dengan informasi yang lumayan mendetail ya!

Nah, habis ini aku bakalan posting review BB Cream dan semoga terus rutin mengalir update posting setiap hari yah!
Misalpun ga setiap hari ya minimal seminggu 2x lah kalau gitu. Hahaha!

See ya!

Kamis, 10 September 2015

MnL Projects #1 : Swimming Like A Jellyfish at Umbul Ponggok

Mengawali proyek besar di bulan September Ceria ini, aku pilih weekend pertama untuk main air. Filosofi air membawa ketenangan, mendinginkan suasana, jadi pas banget lah yaa. *sok banget sih ah. So, dipilihlah Umbul Ponggok, Klaten. Rencana yang lumayan dadakan, soalnya kemaren ada wacana mau gathering anak-anak kantor ke kebun teh, tapi diundur tanggalnya. Ya sudah, melipir sendiri aja bisa kok.


Sabtu, 5 September 2015

Rencana jam 7 habis anter Ama sekolah mau langsung jemput Ula, tapi berhubung masih prepare jadinya Ama dianter Mama, dan aku mesti nunggu motornya pulang sambil packing. Akhirnya jam 8 pagi baru jemput Ula ke kos.


Perjalanan ke Umbul Ponggok dari Jogja sekitar 1,5 jam lewat Jl. Solo – Prambanan – Klaten, nanti di pertigaan samping Kantor Gubernur kita ambil jalan lurus ke arah Jl. Merbabu, pertigaan kedua belok kanan ke arah Ngawen – Ngupit menuju Jl. Klaten Jatinom. Sampai di pertigaan (atau mungkin perempatan) Jatinom kita kekiri teru ke kanan arah Boyolali. Masih lurus terus sampai nanti ketemu Kantor Kecamatan Majegan, kita belok kanan. Jalannya kecil, kayak mau masuk kampung, kanan-kiri ladang, tapi itu jalan tembusan untuk sampai ke Dusun Ponggok. Mentok sampai pertigaan jalan besar, belok kiri. Sampai. Gampang kan?!

Gerbang Umbul Ponggok, Klaten

Sebenarnya bisa lewat jalan raya Jogja – Solo atau jalan Klaten – Boyolali (via Jatinom), tapi karena aku termasuk rada akamsi di Klaten, jadinya ya aku pilih lewat dalam perkampungan. Pertama jarak lebih deket, jalanan sepi gak banyak bus atau truk besar dan pastinya hawa sejuk, teduh, kiri-kanan sawah. Lebih nyaman dan pastinya bisa bener-bener menikmati pemandangan selama perjalanan.


Sampai di Umbul sekitar jam 09.30 dan langsung parkir motor. Waktu jalan ke loket tiket keliatan suasana udah lumayan rame pengunjung yang baru datang atopun yang udah nyemplung ngapung-ngapung di air. Bayar tiket masuk per orang IDR 8,000, abis beli tket bukannya langsung masuk, tapi malah melipir ke seberang jalan untuk laminating HP. Hah? Laminating HP? Iya, biar bisa dipake poto-poto di dalem air. Sebenernya aku udah punya waterproof case, tapi kok meragukan. Lagian rekomendasi dari temen juga mendingan di laminating kalo mau dipake nyelam. Oke deh. Laminating jadi pilihan utama.

Pemandangan setelah pintu masuk - Umbul Ponggok

Begitu udah masuk, kita langsung disuguh kolam renang bening dan luas. Semakin ga sabar buat nyemplung, tapi sebelumnya mampir dulu ke tempat penyewaan alat snorkeling (mask + snorkel). Di tempat penyewaan itu juga disediakan life vest, sepertinya juga ada fin, soalnya aku lihat beberapa orang renang pakai fin. Harga sewa masih standar dan ga terlalu mahal menurutku, untuk sewa mask + snorkel dipatok IDR 13,000 sedangkan life vest IDR 7,000. Bisa disewa terpisah, jadi ga harus sepaket alat snorkel + life vest.
The next is, ke tempat penitipan barang buat nyewa locker. Kemarin aku sewa 1 locker buat barengan sama Ula, biayanya IDR 3,000/locker. Sambil nunggu Ula ganti baju, aku beberes barang dan menyimpan semuanya jadi satu biar aman.


Jalan di pinggir kolam sambil nyari tempat yang kece untuk mulai turun ke air. Dipilihlah tenda dengan kursi plastik di samping kolam renang anak. Abis naro sandal, kami stretching dan warming up. Penting loh.! Biar gak kram waktu nanti renang (padahal sih ga renang, cuma ngapung-ngapung doank, hihi).
Kami milih spot di dean kolam anak, nyari yang ada pegangan di pinggiran kolamnya. Pertama, duduk dipinggiran kolam, kaki dulu yg nyemplung. Udah sekitar 5 menit, suhu badan udah mayan bisa menyesuaikan, barulah,, byuuurrrr..
FYI aja yah, air kolamnya mayan dingin walopun hari udah siang.

Testing underwater photo - Umbul Ponggok
Belum berhasil wefie underwater - Umbul Ponggok

Ula udah berenang-renang kesana, sementara aku masih sok sibuk setting kamera HP. Cahaya di atas sama di dalam air jelas beda, jadi mesti di setting manual semuanya, mulai dari white balance, exposure, bahkan sampai ISO nya. Dirasa udah oke, mulailah hunting di dalam air. Tapi masalah lain muncul, ternyata layar HP ku ini sensitive banget, jadi dia ga mau di touch pas udah di dalam air. Cara satu-satunya adalah, timer. Sebelum dibawa nyemplung ke air, di touch dulu deh. Hahaha..
Belum lama ngapung-tenggelam-ngapung-tenggelam aku udah kedinginan akut, padahal baru jam 11 siang. Akhirnya aku sama Ula milih untuk keluar dari air dan nyari makanan buat ngangetin badan. Di sekitar pinggiran kolam banyak orang buka warung jual makanan. Mi instan, mi cup, gorengan ato minuman anget. Harganya juga gak mahal kok, gak terlalu komersial banget, masih harga normal kayak di warung burjo di Jogja. Aku pesan Indomie rebus pake telor plus Goodday Chococcinno anget. Sambil nunggu pesanan aku nyemil beberapa gorengan.


Sesaat kemudian badan udah anget dan siap buat nyemplung lagi ke air. Sekarang balik lagi ke tempat penyewaan alat renang, aku sewa life vest. Ternyata lebih enak pake life vest biar tetep ngapung tanpa harus mikir takut tenggelam. Lebih bisa menikmati pemandangan bawah air deh jadinya. Halaasssaaaannnn.. Bilang aja tadi hampir kelelep berapa kali.
Ya aku sih ga bisa renang, sok aja dikasi judul swimming like a jellyfish, orang renangnya tangan-kaki gak singkron :D

Groufie ikan-ikan kecil - Umbul Ponggok
Ula - Umbul Ponggok
Akuuu. Hidungnya penuh air - Umbul Ponggok

Minggu, 23 Agustus 2015

Di Bandung Gunung, Di Lombok Gunung, Itulah Indonesia

Ntah udah berapa banyak postinganku tentang Bandung. Ga ada bosen-bosennya mengulas Bandung, membahas, mencari artikel dan menemukan keunikan disetiap sudut kotanya. Kota Kembang ini memang punya banyak sekali obyek wsata, mulai dari wisata alam, wisata kuliner dan wisata budaya. Ada juga wisata belanja yang gak kalah menarik bagi wisatawan untuk datang ke Bandung.

Sekian banyak obyek wisata yang bisa dikunjungi selama di Bandung, tapi setiap orang pasti punya tujuan wisata favorit. Secara pribadi, aku suka banget sama Kawah Putih dan Kebun Teh yang menghampar di Ciwidey. Hawanya sejuk atau malah cenderung dingin, tapi itu yang membuat hati ingin berlama-lama dan terus berlibur. Iya gak sih? Iya kan? Iya donk.. J

Kawah Putih sebenarnya adalah danau yang terbentuk akibat letusan Gunung Patuha beberapa abad yang lalu, sehingga kawah ini berada di ketinggian sekitar 2100 mdpl. Tanah di danau ini bercampur belerang yang akhirnya membuatnya jadi berwarna putih. Keindahan ciptaan Allah SWT yang tiada duanya, terlihat dari warna air danau yang berwarna hijau kebiruan.
Bau belerang terasa menyengat sewaktu kita memasuki area kawah, makanya semua pengunjung disarankan (atau mungkin malah wajib) memakai masker. Pengunjung yang tidak bawa masker bisa membelinya disana, tenang aja, banyak pedagang asongan yang menyediakan masker kok. Tapi masker yang dijual ini ya masker biasa, bukan masker khusus yang ada penyaring udaranya, jadi tetep aja bau belerang itu terasa, walaupun sedikit berkurang.
Barang yang sama pentingnya yaitu jaket. Pada waktu tertentu suhu disana bisa mencapai 19-10 derajat Celcius, dan juga angin bertiup lumayan kencang, jadi memang sebaiknya kita membawa jaket. Kalau aku sih, lebih suka tanpa jaket, soalnya lebih bisa menikmati hawa dinginnya.

Kawah Putih dari Gardu Pandang, Bandung

Nah, dalam perjalanan menuju Kawah Putih, kita dimanjakan dengan pemandangan yang hijau membentang bagaikan permadani, dan sudah pasti itu adalah hamparan kebun teh. Hawa yang sejuk cenderung dingin merupakan tempat yang cocok untuk perdu teh tumbuh subur. Kalau kita akan mengunjungi Situ Patengan, jangan lupa mampir kesalah satu warung kopi ditepi jalan untuk sekedar minum dan sedikit ngemil sambil menikmati pemandangan, atau mau selfie? Boleh! Pokoknya ingat, jangan sampai merusak kebun. J

Kebun Teh di Ciwidey, Bandung

Dari Bandung Selatan, sekarang kita ke Bandung Utara. Obyek wisata yang terkenal disini adalah Lembang dengan Gunung Tangkuban Perahunya. Masih seputar hawa dingin ya pastinya, karena Gunung Tangkuban Perahu terletak di ketinggian lebih dari 2000 mdpl. Status Gunung ini masih aktif, ditandai dengan adanya sumber-sumber air panas di kaki gunung dan masih munculnya gas belerang.
Pemandangan cantik bisa kita nikmati dari bibir kawah. Ditambah hawa dingin yang setiap harinya rata-rata berkisar 17 derajat Celcius, pasti bakal memanjakan kita dan ngerasa baru relaksasi. Para traveler biasanya menghabiskan banyak waktu di Kawah Ratu, dan kawah inilah yang selalu jadi primadona. Kenapa? Kawah Ratu merupakan kawah paling besar dan memiliki pemandangan yang luarbiasa indah. Meskipun ada kawah-kawah lain yang gak kalah menakjubkan, tapi Kawah Ratu selalu menjadi tujuan utama.
Selain aksesnya yang mudah, Kawah Ratu juga menyediakan banyak warung-warung untuk duduk-duduk bersantai sambil becanda bersama. Ada juga wisata belanja  walau hanya sekedar untuk membeli oleh-oleh khas Lembang.

 
Kawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu, Bandung
source: http://www.yoshiwafa.com/


Bandara Internasional Husein Sastranegara menjadi bandara andalan kita-kita yang datang ataupun meninggalkan Bandung. Berbagai maskapai rute penerbangan domestik maupun internasional seperti GarudaIndonesia, Malindo Air, Citilink, AirAsia, SilkAir dan masih banyak lagi siap membawa kita untuk berlibur di Kota Kembang ini.

Jumat, 21 Agustus 2015

Get Lost in Bandung with Klikhotel.com

Jeda waktu dua bulan setelah resign dari kantor lama ke kantor baru emang paling asik ngabisin waktu buat traveling. Sebulan pertama udah dipakai untuk ngubek-ngubek Jogja, menelusuri setiap sudut kota, sisanya ya pasti buat mencari pengalaman baru dan pulang ke rumah orang tua di Sumatera.
Sebelum membuat itinerary (catatan perjalanan) pastilah kita tentuin dulu kemana tempat tujuan dan obyek wisata apa aja yang bisa dieksplor. Hal lain yang gak kalah penting nyari transportasi dan akomodasi selama di tempat tujuan. Apapun konsep traveling yang kita anut, tetep aja yang namanya tempat penginapan tu penting banget, secara gak mungkin kita nginep di emperan toko, apalagi buat backpacker wanita. Kenyamanan tubuh pas istirahat patut diperhatikan, tapi yang paling diprioritaskan udah pasti keamanan buat diri sendiri maupun barang yang kita bawa.


Setelah browsing sana-sini didapatlah informasi yang lumayan lengkap untuk tujuan traveling kali ini, Bandung.! Mulai dari obyek wisata, angkutan umum (angkot dan bus) yang murah meriah dan yang pasti penginapan low cost yang cocok buat konsep backpacker. Sayangnya dari sekian banyak hasil browsing waktu itu belum ada yang cocok. Sampai akhirnya aku nemu sebuah postingan yang menceritakan pengalamannya nginep di Pinisi Hostel Bandung, abis browsing-browsing trus didapatlah KlikHotel.

Salah satu FO di Jl. Riau, Bandung

Langsung aja meluncur ke klikhotel.com dan mencari PinisiHostel untuk tanggal yang ku pilih. Waktu itu tampilan webnya belum seperti sekarang, dengan tampilan yang lebih simple tapi gak kalah user friendly kayak yang sekarang kita lihat. Kalo misalnya mau cek hotel apa aja yang bisa dipesan via klikhotel.com dan berapa rate tarif hotel yang disediakan oleh klikhotel, cukup dengan beberapa langkah mudah.

Nah, pas udah kebuka websitenya klikhotel.com kita tinggal input kota tujuan, tanggal menginap sama berapa lama kita menginap, tinggal klik search aja deh. Abis itu bakalan keluar puluhan, bahkan ratusan pilihan hotel di Bandung mulai dari yang tarif backpacker sampai hotel bintang lima juga ada. Lengkap! Kita bisa piliih sesuai kantong masing-masing. Klik aja deh nama hotelnya, nanti disitu bakal muncul daftar kelas-kelasnya dengan harganya, trus juga lokasi dan alamat hotel, lengkap dengan foto, review, fasilitas dan ketentuan kebijakan hotel. Pilih jumlah kamar yang mau dipesan, input data identitas, trus tinggal kita bayar dan selesaikan transaksinya. Selesai.

Semuanya gampang dan jelas banget langkah-langkahnya. Gak pake ribet, gak pake lama. Pilihan pembayaran transaksi juga bermacam-macam bank, gak diwajibkan pakai kartu kredit pula. Asik lah pokoknya. Oh iya, dari sekian banyak website penyedia jasa pemesanan hotel waktu itu, cuma di klikhotel.com aku bisa menemukan Pinisi Hostel dengan pembayaran tanpa kartu kredit. Itu kan membahagiakan kaum backpacker banget. Totally pelayanan klikhotel memuaskan, karena aku juga sempet chat dengan CS nya, ternyata ramah dan sigap dalam menjawab pertanyaan konsumen.

Just info ya, di website Klikhotel user juga bisa memanfaatkan beberapa filter waktu searching hotel. Misalnya rate tarif, jumlah tamu, kelas hotel (based on stars), tipe penginapan, bahkan sampai jumlah review yang masuk ke hotel itu.
Buat aku pribadi, review seseorang itu sangat berpengaruh buat kita calon tamu. Kalau review banyak yang negative, pasti kita bakal mengurungkan niat untuk menginap disana meskipun harganya murah. Tapi kalau review dari pengunjung lain itu lumayan positif, pasti kita bakalan milih penginapan itu walaupun harga sedikit agak mahal. Jadi misalnya kita mau review sebuah tempat, apapun itu, usahakan se-fair mungkin, jujur se jujurnya berdasarkan pengalaman dan yang kita rasakan.
Ngomong-ngomong soal review, ini review yang pernah aku tulis di klikhotel.com sekitar hampir dua tahun yang lalu. Udah lama banget ya? Gapapa lah. Hehe..

Review Pinisi Hostel di klikhotel.com


Kamis, 06 Agustus 2015

Dapetin Voucher #TiketAirpaz Dengan Like and Share.? Mau Donk.!!

Kamis, 6 Agustus 2015

Seperti hari-hari kerja biasanya, datang ke kantor, menyiapkan semua yang harus dikerjakan, dan sebagai mood booster di pagi hari selalu putar lagu dari koleksi sendiri atau streaming radio sambil cek email. 

Jengjeeeenngggg.!! Ada newsletter dari Airpaz dengan subject : “Lomba Menulis: Hadiah 10 Tiket Pesawat Gratis Keliling Nusantara”. Waktu dibuka ternyata ada juga banner “KontesAirpaz Hadiah Total: Rp. 100 Juta”
Yaksip, langsung klik kedua banner ini.



Kontes Like and Share dari Airpaz


Abis baca syarat dan ketentuan Kontes Like and Share Airpaz ini langsung apply di link yang udah ada. Minat bangetlah buat ikutan, kan lumayan bisa dapet voucher tiket pesawat.

Kalo ditanya kenapa minat buat ikutan kontes ini, ya jelas motivasi utamanya biar bisa dapet voucher tiket pesawat dari Airpaz. Syukur-syukur dapat grand prize. Motivasi lainnya adalah, karena aku suka traveling. Tahun ini aku pengen banget bisa liburan ke luar negeri. Sebenernya rencana ini udah ada sejak beberapa tahun lalu, tapi belum juga kesampaian karena banyak faktor. Tapi yang lebih jadi semangat untuk ikut kontes yaitu invitation dari temen untuk liburan ke Thailand next summer. It’s gonna be lot of fun and experiences.


Selama ini liburan dan traveling aku hanya di dalam Nusantara. Bukan karena tak mencintai Indonesia, tapi adakalanya kita harus melangkah lebih jauh dan melihat dunia luar untuk menambah pengetahuan. Memahami dan mempelajari lebih banyak budaya, mengenal lebih banyak orang asing dan mencicipi lebih banyak cita rasa makanan. :)


So, udah pasti kalo aku memenangkan kontes, apalagi dapat grand prize voucher dari Kontes Like and Share dari Airpaz, bakalan aku pake buat beli tiket liburan rute international.
Semoga bisa mewujudkan mimpi itu. Semoga bisa mendapatkan grand prize Kontes Like and Share dari Airpaz kali ini.



Let’s Like, Follow and Share.!! ;)

#TiketAirpaz